Wakil Ketua 2 PD PERSIS Kota Bandung paparkan Usulan Strategi LAZ PERSIS Kota Bandung dalam Pengelolaan Zakat
BANDUNG (SF) - Wakil Ketua 2 PD PERSIS Kota Bandung, Ust. Asep Nurjaman, menekankan pentingnya membangun pola pikir yang tepat dalam pengelolaan zakat. Pola pikir dinilai berperan besar dalam menentukan menghimpun - mendayagunakan - mendistribusikan - membina mustahiq, juga sebagian support system bagi Jam'iyyah. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Rutin PD PERSIS Kota Bandung dengan tema "Usulan Strategi LAZ PERSIS Kota bandung" yang berlokasi di Kantor PD PERSIS Kota Bandung pada Selasa (16/09/2025). Hadir sebagai pemaparan pemateri serta dihadiri oleh Pimpinan serta jajaran Taskil PD PESIS Kota Bandung. “Menapaki hampir satu tahun berdirinya KL LAZ Kota Bandung, satu semester awal lebih terkonsentrasi pada Konsolidasi internal KL yaitu penguatan SDM dan Managerial.” ujar Ust. Asep Nurjaman. Ia menyebut, ada empat pola berpikir yang relevan untuk dipraktikkan dalam Penghimpunan, yakni Digitalisasi Pelayanan, Kemitraan, Edukasi dan Literasi Zakat, dan trakhir Segmentasi Muzakki. Setiap pola berpikir, kata dia, dapat menjadi instrumen penting dalam menyusun strategi yang tepat bagi lembaga maupun individu. Berpikir kritis, menurutnya, menjadi salah satu aspek mendasar dalam Pengelolaan, diantaranya Good Govermance prihal Audit Keuangan dan Laporan Publik, Profesionalisasi SDM dalam Pelatihan Fikih Zakat, Management, maupun Komunikasi, dan trakhir adalah Teknologi Informasi dalam Database Muzakki maupun Mustahik. Namun, ia mengatakan, pemberdayaan mustahik juga harus lebih diperhaitkan khususnya dalam Bantuan Produktif, Program Klaster, maupun Pendampingan Insentif, tambahnya. Selain itu, kata Ust. Asep Nurjaman, Pendistribusian dibagi menjadi 3 hal dalam konteks Tepat Sasaran untuk Verifikasi Mustahik, Disverifikasi Program untuk Bantuan Konsumtif, dan Optimalisasi Jaringan melalui Mitra atau kolaborasi dengan lembaga lainnya. Dalam hal strategi, ia menekankan perlunya monitoring dan evaluasi secara rutin. “Lembaga atau organisasi harus menumbuhkan iklim kreatif agar menghasilkan terobosan nyata, dan juga mengevaluasi secara rutin dalam Indikator Kerja maupun Laporan Dampak Sosial yang dihasilkan." Ia juga menyoroti Inovasi dan Branding yang berfokus pada 3 hal mendasar yakni Branding Islami-Modern, Gerakan Sosial, dan Kolaborasi. "Sinergitas stek holder dalam rangka sosialisasi terutama diinternal jam'iyyah sangat berperan penting." ujarnya. Terakhir, ia menyampaikan, "Trend penghimpunan dan nilai manfaat bagi umat di tahun awal menunjukan progres yang mengembirakan. Dengan upaya ikhtiar yang sedang dibangun in syaa Alloh kedepan akan lebih baik lagi." ucapnya. -------------