PD Persis Kota Bandung ajak HIPPI berperan Aktif Majukan Ekonomi untuk Umat dan Jamiyyah
INFOKOM, PD — Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD PERSIS) Kota Bandung menyambut Positif kehadiran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Persatuan Islam (HIPPI) Kota Bandung periode 2026-2029. Keberadaan Organisasi ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat kemandirian dan daya saing ekonomi pengusaha ditengah Jamiyyah Persatuan Islam dan umum nya kepada wilayah Kota Bandung. Dalam acara pelantikan yang digelar di Hotel Amarosa, Bandung, Ust. Andri Mulyadi selaku Ketua PD PERSIS Kota Bandung. Ia menyampaikan apresiasi dan harapan besar dengan terbentuknya HIPPI di tingkat Kota Bandung menjadi jembatan antara potensi jamiyyah ditingkat Pimpinan Jamiyyah atau Cabang yang sedang berkembang maupun pengembangan dalam bidang usaha ekonomi sesuai dengan tema yang digagas saat pelantikan yakni "Mewujudkan Ekosistem Kewirausahaan Kota Bandung yang Kolaboratif, Inovatif, dan Berdaya Saing". “Pelantikan pengurus DPD HIPPI Kota Bandung ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum kebangkitan semangat kemandirian ekonomi di Kota Bandung, Kami berharap HIPPI dapat berperan lebih besar dalam mendukung pemberdayaan pengusaha lokal dan menebarkan kebermanfaatan untuk umat dan jamiyyah persatuan islam.” ujar Ust. Andri, Kamis (17/9/2026). Ust. Andri menegaskan, HIPPI lahir dari semangat kemandirian ekonomi masyarakat dan memiliki peran strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), dalam konteks Mewujudkan Ekosistem Kewirausahaan Kota Bandung yang Kolaboratif, Inovatif, dan Berdaya Saing tentu sebuah visi strategis untuk menjadikan Kota BandungKlik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan digital, serta mampu bersaing di kancah nasional maupun global. “Dalam konteks ekonomi saat ini, HIPPI memiliki peran strategis untuk wirausaha dan UMKM bukan hanya sebagai pelaku ekonomi mandiri, melainkan sebagai motor penggerak utama (main driver) transformasi perkotaan.” katanya. Ia menambahkan, PD PERSIS Kota Bandung percaya HIPPI dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat sinergi antara sektor usaha dan pengembangan Dakwah. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan Dakwah sangat penting untuk mendorong Gerakan Dakwah khususnya dilingkungan Jamiyyah Persatuan Islam. “Kami yakin HIPPI Kota Bandung mampu menjadi jembatan yang menghubungkan potensi dakwah dengan peluang wirausaha. HIPPI juga diharapkan menjadi wadah bagi pengusaha untuk Wirausaha diposisikan bukan sekadar entitas pencari keuntungan material, tetapi sebagai instrumen ibadah sosial, peneggak keadilan ekonomi, dan agen perubahan moral yang membawa nilai-nilai rahmatan lil 'alamin.” ujarnya. Lebih jauh, Ust. Andri mengingatkan agar HIPPI tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam setiap kegiatan usahanya. Ia juga mengajak HIPPI untuk mendorong peningkatan skala usaha lokal agar mampu naik kelas dari kecil menjadi menengah, dan dari menengah menjadi besar yang tentunya Mendorong kreativitas dan inovasi bisnis yang tetap berpijak pada prinsip kejujuran, transparansi, amanah, serta menghindari unsur riba, gharar, dan spekulasi yang merugikan. “Sekali lagi, atas nama Pimpinan Daerah Persatuan Islam Kota Bandung, kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD HIPPI Kota Bandung yang baru dilantik. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, Memanfaatkan teknologi digital dan platform media sosial sebagai sarana dakwah ekonomi, menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui produk berkualitas, serta membangun citra positif Islam yang modern dan adaptif.” tuturnya. Pelantikan ini sekaligus menandai babak baru bagi kebangkitan pengusaha Persatuan Islam di Kota Bandung menjadi simbol sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan Jamiyyah Persatuan Islam menuju kemandirian ekonomi yang berkeadilan.
“Mengubah mustahik (penerima zakat/bantuan) menjadi muzakki (pemberi) melalui pembinaan wirausaha yang berkelanjutan, sehingga umat Islam memiliki ketahanan finansial dan tidak bergantung pada pihak lain,” tegasnya.