Muskerda II PD Himi Persis Kota Bandung : Menguatkan Peran Dakwah dan Kepemimpinan Kader Muda
Pimpinan Daerah Himi Persis Kota Bandung sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) ke-2 sebagai bentuk pertanggungjawaban program kerja selama satu semester kepengurusan. Acara ini juga menjadi momentum konsolidasi dan perencanaan strategis bagi Himi Persis Kota Bandung sebagai sayap dakwah di kalangan mahasiswi Kota Bandung. Dalam sambutannya, Ketua PD Himi Persis Kota Bandung, Salma Nursabila Sutrisman, S.Pd., menegaskan pentingnya peran Himi Persis sebagai bagian dari perjuangan Persis dalam ranah intelektual, keagamaan, sosial, dan keperempuanan. “Pimpinan Daerah Himi hadir tidak hanya untuk membina enam komisariat yang tersebar di Kota Bandung, namun juga untuk menjawab dinamika lokal serta mengawal isu-isu strategis seperti Pilkada dan isu tanah Sukahaji kemarin,” ungkapnya. Muskerda 2 ini pula dihadiri oleh Wakil Ketua 1 PD Persis Kota Bandung yaitu Ust. H. Uhud Solehudin, M.Pd sebagai pemberi taujih. Ia menyampaikan bahwa kader Himi Persis harus menjaga tiga identitas utama: sebagai mahasiswa, sebagai bagian dari Islam, dan sebagai representasi Persis. “Mahasiswa harus menjadi solusi, bukan sekadar simbol. Mereka juga harus aktif dalam ruang jihad kampus, masyarakat, dan pesantren,” ujarnya. Beliau menekankan pentingnya pembinaan fisik melalui pertemuan rutin dan non-fisik melalui transfer ilmu dari tokoh Persis. Acara dilanjutkan dengan seminar bertajuk “You Are Leader” yang dibawakan oleh Siti Ressa Mutoharoh, S.Sos. selaku Ketua PW Himi Persis Jawa Barat, Ia membedakan antara “pemimpin” dan “pimpinan,” serta menekankan pentingnya menumbuhkan kepemimpinan pribadi dalam setiap anggota organisasi. Dengan pendekatan team based organization, Himi Persis diajak untuk mengelola kerja kolektif berbasis kesadaran diri, kontrol emosi, dan orientasi tujuan yang jelas. Muskerda II ini menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi atas amanah yang diemban. Besar harapan agar hasil musyawarah ini bukan hanya menjadi dokumen formal, tetapi mampu menjadi energi baru dalam menjalankan peran dakwah mahasiswa secara kolektif, strategis, dan penuh keberkahan. Mari tumbuh lebih mewangi, mari berjalan lebih harmoni. Biiznillah, bersama, kita kuat tak terbantahkan.