Persis Ngaji di Pendopo Kota Bandung. Ust. Asep Nurjaman : "Fokus Akhirat, Tidak Melupakan Dunia, Perintah berbuat Baik, Larangan berbuat Kerusakan"


Persis Ngaji di Pendopo Kota Bandung. Ust. Asep Nurjaman : "Fokus Akhirat, Tidak Melupakan Dunia, Perintah berbuat Baik, Larangan berbuat Kerusakan"
Persis Ngaji di Pendopo Kota Bandung. Ust. Asep Nurjaman : "Fokus Akhirat, Tidak Melupakan Dunia, Perintah berbuat Baik, Larangan berbuat Kerusakan"

BANDUNG, INFOKOM - Suasana berbeda terasa di Pendopo Kota Bandung, pada Rabu, 10 Juni 2026. Jika biasanya Pengajian PD PERSIS Kota Bandung menghadirkan jajaran Taskil PD Persis, Persistri, beserta otonom dan para Ketua PC Persis Se-Kota Bandung, kali ini dihadiri dari jajaran Taskil PC Persis Bojongloa Kaler dan Andir bertajuk "Fokus Akhirat, Tidak Melupakan Dunia, Perintah berbuat Baik, Larangan berbuat Kerusakan".

Acara tersebut dihadiri Kabag Kesra Kota Bandung Bang Nasrul Jamaludin, dan sambutan dari Wakil Ketua I PD PERSIS Kota Bandung Ust. Uhud Solehudin, M.Pd dan Ust. Asep Nurjaman, S.Pd sebagai pemantik materi dengan mengupas urusan mualamat sesuai dengan tema yang diangkat pada agenda pengajian di pendopo tersebut.

Ust. Uhud mengawali sambutannya dengan menyatakan bahwa PERSIS tetap konsisten akan mendukung program Walikota Bandung sekaligus mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah atau menyimpang dari aturan itu sendiri.

Agenda pengajian puncak sekaligus pemateri tunggal di paparkan oleh Ust. Asep Nurjaman, S.Pd selaku PYMT PD PERSIS Kota Bandung, menyoroti mengenai urusan Pinjol yang menguasai kehidupan warga Jawa Barat khusus di Kota Bandung berdasarkan survey dimana Kota Bandung terbesar dalam jeratan Pinjol dan ternyata banyak pengguna merupakan remaja atau yang tertipu oleh Aplikasi Pinjol yang ilegal. 

Beliau berharap kerena urusan hidup kita tidak hanya ibadah Mahdlah namun, yang terbesar adalah urusan yang dianggap berhubungan dengan sesama manusia. Keutamaan dalam kehalalan sangatlah penting, dimana ini menjadi ujian kehidupan. Harta adalah bentuk ujian sebegai perhiasan dunia. Apakah manusia menjadi syukur ataukah kufur.

Keutamaan kehalalan juga merupakan Larangan meraih dengan cara yang Batil. Bahwa Umat Islam dilarang keras (Haram) mencari harta melalui cara yang curang, dalam hal ini bisa dinilai seperti Korupsi, Judi atau bahkan Riba. Sebagaimana dalam Q.S An-Nisa : 29 "hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suku sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang Kepadamu.

Dipenghujung materi, Ust. Asep berharap dengan materi yang disajikan menjadi bahan pembelajaran bagaimana kita meraih harta sesuai dengan syariat. Tidak hanya Fokus Akhirat, namun Tidak Melupakan Dunia, dan Perintah berbuat Baik, juga Larangan berbuat Kerusakan.* INFOKOM

Berita Terkait